Senin, 02 Mei 2011

Apakah Anda ingin menjadi wali-wali Allah?


Wali adalah suatu kata yang sangat indah, dan sesuatu yang indah bila seseorang bisa menjadi wali-wali Allah.

Menurut Al-Hafidzh Ibnu Hajar Asqalani, yang dimaksud dengan wali Allah adalah:
Orang yang mengenal siapa Allah, orang yang ikhlas dalam amalannya, dan orang yang senantiasa konsisten dalam ketaatannya pada Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah tiga perkara yang berkaitan dengan definisi dari wali Allah. Jika engkau ingin menjadi wali Allah, maka yang pertama hendaknya mengetahui tentang Allah, yaitu mengenal siapa Allah, sifat-sifat Allah, nama-nama Allah, segala perintahnya, segala larangannya. Bila seorang manusia mengenal Allah lebih banyak lagi, maka ia akan dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Sesungguhnya yang takut pada Allah dari hamba-hamba Allah adalah para ulama. Dengan demikian, ulama adalah wali-wali Allah.

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Suami


( BAB III )
Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan Para Suami

(1)   Lupa terhadap orang tua

Sebagian orang tatkala menikah maka iapun sibuk dan terlena dengan istrinya hingga melupakan kedua orang tuanya. Orang tuanya yang telah melahirkannya, yang telah mendidikanya hingga dewasa hingga akhirnya menikah…??, orang tuanya yang telah sibuk menyiapkan pernikahannya karena ingin melihat anaknya bahagia..??, kemudian setelah itu yang mereka dapatkan hanyalah anak mereka melupakan mereka, melalaikan mereka, bahkan terkadang sang anak lebih taat kepada istrinya dari pada kedua orang tuanya.

Jumat, 29 April 2011

Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat
Resume Kajian Online Barando
Narasumber: Ust. M. Elvisyam


Bismillah

Dua kalimat syahadat adalah salah satu dari rukun Islam. Bila seseorang yang non muslim mengucapkannya, maka karenanya dia akan menjadi seorang muslim. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam salah satu sabdanya menyuruh untuk memerangi manusia, kecuali ketika telah tegak kalimat syahadat pada mereka. Sebelum membahas tentang konsekuensi dari kalimat syahadat, maka hal yang perlu diketahui dulu adalah makna dari kalimat syahadat itu sendiri.

Senin, 11 April 2011

Aku Mencintainya - Belajar dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam


KUAKUI BAHWA AKU MENCINTAINYA …
Author: Abu Zubair Hawaary
http://abuzubair.net/

Ya, aku memang mencintainya. Aku mencintainya mengalahkan cinta seseorang kepada kekasihnya. Bahkan manakah cinta orang-orang yang jatuh cinta dibanding cintaku ini?!
Ya, aku mencintainya. Bahkan demi Allah, aku merindukannya. Aku merasakan sentuhannya yang lembut, menyentuh relung hatiku. Aku tidak mendengarnya melainkan rinduku seakan terbang ke langit, lalu hatiku menari-nari dan jiwaku menjadi tentram.

              

10 Perkara yang mendekatkan pada Allah dan menjauhkan dari maksiat

Bismillah
Tulisan ini adalah resume dari kajian ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Syaikh Abdurrozaq yang disampaikan beliau pada kajian Untaian Mutiara Nasehat di Radio Rodja

Perkara yang dapat membuat seorang hamba jauh dari maksiat & lebih dekat pada Allah:
1. kita harus menghadirkan kebesaran/keagungan Allah di hati kita (mengenal Allah)

Kamis, 07 April 2011

Kompetisi yang Hakiki

Sangat biasa di telinga, kita mendengar ukuran keberhasilan seseorang dilihat dari berhasil tidaknya dia menyelesaikan sekolah tinggi, membangun rumah berlantai 2, sudah punya kendaraan, punya pekerjaan tetap, dan hal-hal yang terobservasi oleh penglihatan semata. Saya masih bisa merasakan aura yang waww..ketika orangtua atau saudara-saudara memberi predikat "Hebat" pada orang-orang yang memenuhi kriteria tersebut. Disadari atau tidak...ukuran keberhasilan tersebut menjadi salah satu kriteria tetap bagi calon mertua dalam menilai calon menantunya (dan sebaliknya?). Hmmm..kriteria yang juga sering didengar adalah seiman...yang seringkali definisinya adalah ... tergantung yang bicara :)

Cinta Allah dan Rasul-Nya

Menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan tugas utama seorang pendidik muslim. Dengannya, anak didik akan ringan melaksanakan ibadah dan mengikuti sunnah. Ringan dalam menerima dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupannya, karena yang dituju dan dicari sudah jelas, yaitu cinta Allah dan Rasul-Nya.
Satu pelajaran lagi dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang masalah iman mengenai tanda cinta pada Allah. Beliau, Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,
Cinta pada Allah dan Rasul-Nya telah ada dalam hati setiap orang beriman. Tidak mungkin seseorang menghilangkan rasa cinta tersebut jika memang ia adalah orang yang beriman. Tanda cinta pada Allah dan Rasul-Nya begitu nampak jika ada seseorang yang mencela Rasul dan menjelek-jelekkannya, atau ada orang yang mencaci maki Allah atau menyebut tentang Allah dengan sesuatu yang tidak pantas. Maka orang beriman akan benci dengan hal-hal tadi. Kebenciannya tersebut lebih besar dari kebenciannya ketika ayah atau ibunya dicacimaki (Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah).