Menuntut ilmu agama yang bersumber dari Alquran dan Sunnah, dengan pemahaman para Sahabat Rasulullah shallallahu' alaihi wasallam
Selasa, 28 Juni 2011
Berdakwah dengan Akhlak Mulia (Bagian 3)
Jun 21, 11
Apa maksud dakwah dengan akhlak? Bukankah dakwah itu cukup dengan lisan?
Pernah suatu hari ketika penulis mengisi sebuah pengajian, penulis melontarkan sebuah pertanyaan kepada para hadirin, “Apakah yang dimaksud dengan dakwah?”
“Dakwah adalah seperti yang ustadz lakukan sekarang; ceramah dan khutbah!” sahut salah seorang jamaah.
Sabtu, 25 Juni 2011
Terima kasih sayang…kamu tetap tabah di saat aku terhimpit
بسم الله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:
Jazakillah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang…
Kamu masih bisa tabah, tersenyum dan memberikan dorongan di saat aku terhimpit dalam ekonomi.
Jazakillah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan) wahai istriku sayang…
Rabu, 22 Juni 2011
Subhanallah… Ada Manusia Yang Hidup Terus Setelah Matinya!
بسم الله الرحمن الرحيم , الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:Kawan…
Tulisan ini adalah ajakan untuk saya dan kaum muslim, agar menjadi orang berilmu agama, mengamalkannya kemudian mengajarkan dan menyebarkannya…
Kawan…
Mari tuntut ilmu agama, niscaya kamu bisa hidup terus setelah matimu…
Senin, 20 Juni 2011
Ternyata Alquran Telah Mengatur Masalah Ekonomi
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.” (Q.S. Al-Maidah (5): 3)
Di dalam ayat ini Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah menyempurnakan agama kita untuk kita. Maka, agama ini tidak akan kurang selama-lamanya, dan tidak butuh tambahan selama-lamanya.
Dampak Buruk Makanan Haram bagi Seorang Muslim
Oleh: Ust Kholid Syamhudi
Era globalisasi banyak berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tak terkecuali terhadap kaum muslimin. Karenanya, banyak orang yang mengatakan, "Yang haram saja susah, apalagi yang halal." Satu ungkapan yang menggambarkan rendahnya kondisi keimanan dan keyakinan terhadap rahmat dan rezeki Allah.
Muslim Kaya Tidak Tercela (Bagian 2)
Oleh: Ust. Abu Ahmad Zaenal Abidin, Lc.
Seorang muslim harus berwibawa
Kondisi ekonomi yang fluktuatif, krisis global yang melanda sebagian besar industri, dan usaha yang kembang-kempis tidak boleh membuat seorang muslim frustasi dalam berikhtiar. Kondisi ini seyogianya dijadikan momentum untuk mengoreksi diri dan mencari penyebab krisis. Jangan bersikap seperti orang-orang kafir, yang berputus asa dengan melampiaskannya ke diskotik, meneggak khamr, atau bahkan, tidak sedikit yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Langganan:
Postingan (Atom)



