Jumat, 29 April 2011

Konsekuensi Dua Kalimat Syahadat
Resume Kajian Online Barando
Narasumber: Ust. M. Elvisyam


Bismillah

Dua kalimat syahadat adalah salah satu dari rukun Islam. Bila seseorang yang non muslim mengucapkannya, maka karenanya dia akan menjadi seorang muslim. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam salah satu sabdanya menyuruh untuk memerangi manusia, kecuali ketika telah tegak kalimat syahadat pada mereka. Sebelum membahas tentang konsekuensi dari kalimat syahadat, maka hal yang perlu diketahui dulu adalah makna dari kalimat syahadat itu sendiri.


Makna Kalimat Syahadat
Makna asyhadu : aku bersaksi.
Kesaksian itu mengandung beberapa hal:
(1) I’tikad/meyakini; meyakini apa yang ia ucapkan dan ia bersaksi dengan apa yang diucapkannya itu. Kesaksian ini diiringi oleh ilmu dan keyakinan. Misalnya ketika saya bersaksi bahwa jam tangan yang saya pakai bagus, maka saya bersaksi dengan ilmu tentang jam tersebut dan keyakinan terhadapnya.
(2) Kesaksian itu mengandung ucapan terhadap yang dipersaksikan.
(3) Adanya pengabaran dan pemberitahuan tentang hal tersebut, sehingga ia ucapkan dengan lisannya. Maka sesuatu tidak disebut sebagai kesaksian sampai ia mengabarkan apa yang disaksikannya.
Jadi dengan demikian, asyhadu itu berarti saya ber’itikad, mengucapkan dan mengabarkan apa yang saya saksikan.

Kalimat syahadat yang pertama terdiri dari kata:
1. Laa yang artinya meniadakan/menafikan sifat uluhiyah apa pun, dari siapa pun selain Allah. Jadi, tidak ada ke uluhiyahan apa pun bentuknya, dari siapa pun selain Allah.
2. Ilaha : maknanya adalah ma’bud artinya yang diibadati.
Apa makna ibadah? Artinya adalah (menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah) : suatu nama yang menghimpun setiap hal yang dicintai oleh Allah baik perkataan atau perbuatan, baik lahir maupun batin. Maka di dalamnya terdapat ketundukan, kecintaan, dan penghambaan kepada Allah.
3. Illa : kata yang menunjukkan akan pengecualian, yang memiliki makna lebih, yaitu pembatasan dan pengkhususan.
4. Allah

Dengan demikian arti kalimat syahadat yang pertama adalah Laa ma’buda bihaqqin illallah :  
Tiada Ilah yang berhak untuk diibadati selain Allah Azza wa Jalla.

Maka semua perkara yang menyangkut mengibadati sesuatu selain Allah adalah BATHIL.

Ayat-ayat yang menerangkan tentang beribadat hanya pada Allah antara lain:
Surat Al Israa’ 56-57 :
Artinya:
Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.

Surat Az Zukhruf 26-27 :
Artinya:
Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,”

Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku.

Ayat ini mengandung pengertian uluhiyah, dimana PENGHAMBAAN itu hanya untuk Allah, dan inilah maksud kalimat tauhid Laa ilaha illallaah. Kalimat ini juga sama artinya dengan sesungguhnya kami berlepas diri dari apa yang disembah selain Allah.

Ketaatan adalah bagian dari tauhid. Kecintaan merupakan salah satu bentuk dari ibadah. Tidak jarang realisasi beragama seseorang tercampuri dengan kecintaan terhadap selain pada Allah.

Surat Al Baqarah 165:
Artinya:
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Ada pun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah, dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal).

 Menyamakan Allah dengan sesembahan mereka adalah kesyirikan, inilah yang menjadikan mereka sebagai penghuni neraka.

Surat Asy-Syu’araa 97-98:
Artinya:
Demi Allah, sesungguhnya kami dahulu berada dalam kesesatan yang nyata, karena menyamakan kalian dengan Tuhan semesta alam.

Jadi makna kalimat tauhid itu kita menafikan, menghilangkan segala hak-hak ubudiyah, penghambaan diri kepada selain Allah dan kita hanya memberikannya pada Allah subhanahu wa ta’ala. Kecintaan adalah ibadah, rasa takut dan rasa harap adalah ibadah, solat ibadah, maka seluruh ibadah ini hanya diperuntukkan bagi Allah semata. Tidak ada yang berhak diibadahi, dicintai, diharapi, ditakuti kecuali Allah sehingga konsekuensi dari kalimat tauhid ini adalah bahwa kita tidak boleh takut kecuali hanya pada Allah subhanahu wa ta’ala. Namun realitanya, banyak orang mengucapkan kalimat tauhid ini, tapi apa iya mereka sudah melaksanakan konsekuensinya seperti yang dijelaskan di atas? Banyak orang tetap mengerjakan ibadah yang diperuntukkan kepada selain dari Allah.

Konsekuensi dari kalimat syahadat yang kedua:
1. Membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, baik masuk akal atau tidak masuk akal, asalkan yang dibawa itu benar, bukan kebohongan mengatasnamakan Rasulullah. Sehingga tidak benar, bila seseorang menelaah kebenaran apa yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berdasar akal logikanya. Karena akal logika manusia itu terbatas, sedangkan kebenaran itu adalah milik Allah dan Rasul-Nya.
2. Mentaati apa yang diperintahkan
3. Menjauhi apa yang dilarang
4. Tidak mengibadati Allah kecuali apa yang diperintahkannya.

Inti dari dua kalimat syahadat adalah peng- esaan dalam agama. Intinya adalah peng- esaan yang diibadati dan peng- esaan itu hanya untuk Allah. Syadahat itu adalah penghambaan, peng-esaan terhadap yang diikuti yaitu Allah dan Rasul-Nya. Hukum asal manusia terhadap manusia lain adalah tidak wajib mengikutinya, boleh kita taat pada manusia asal selaras dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Orang yang beribadah selain pada Allah atau taat pada selain dari Allah maka berarti dia keluar dari konsekuensi dari syahadat.

Kajian Online Barando
29/4/11 – Baiti Jannati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar